0
"Melati Kuntum Tumbuh Melata
Sayang Merbah Di Pohon Cemara
Assalamualaikum mulanya kata
Saya Sembah Pembuka Bicara"

Bismillahirrahmanirrahim.., Segala puji bagi allah SWT, pencipta sekalian alam, selawat dan salam buat junjungan mulia, Rasulullah SAW, serta ahli keluarga dan para sahabatnya. Dan Alhamdulillah dengan izinNya penulisan maya yang saya rancangkan selama ini berjaya saya laksanakan walau hanya baru satu langkah dari beribu kilometer perjalanan saya di muka bumi ini.

Penghidupan kita merupakan satu perjalanan yang penuh dengan amanah yang ALLAH swt berikan buat kita hambanya untuk kita laksanakan. Namun dalam setiap perjalanan, pasti manusia kadangkala jatuh, tersungkur, duduk berehat sebentar meredakan kelelahan atau terus duduk di atas keselesaaan sementara yang dia rasakan.Dan pengakhiran bagi perjalanan tentulah ketika kita berada di perbaringan yang tiada lagi perjalanan di muka bumi seperti sebelumnya. Kitalah yang menentukan cerita perjalanan kita. Baik atau buruk semua bergantung kepada pilihan kita. Kitalah yang memutuskan untuk bangun semula selepas jatuh, duduk meredakan kelelahan kemudian bangkit semula dengan semangat baru atau terus duduk, jatuh dan tersungkur di suatu destinasi yang bukanlah penghujung destinasi sebenar kita.

Kehidupan kita sememangnya tidak menjanjikan kecantikan dan kesempurnaan. Namun, setiap ranjau yang kita hadapi, sebenarnya memiliki beribu hikmah dan setiap ujian dan cabaran merupakan tarbiyyah dari ALLAH swt buat kita menghadapi hari-hari yang mendatang yang jauh lebih mencabar dan mempunyai "lubang" yang lebih besar. Kita yang memilih jalan-jalan yang kita lalui.

Ya, sememangnya hidup ini tidak terlalu indah dan adil seperti yang apa kita fikirkan dan lukiskan di dalam keinginan kita. Namun yakinlah, bentuklah keyakinan melalui keimanan kita pada ALLAH swt, kecintaan kita padaNya, dan yakinlah bahwa, yang maha adil ut hanya Allah swt. Dia selayaknya menetukan setiap apa yang berlaku pada kita, namun satu perkara yang  manusia lupa, yang mencorakkan kehidupan itu adalah kita, dan  yang menetukan itulah ALLAH swt. 

"Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum, melainkan kaum itu sendiri yang mengubahnya. Sesungguhnya ALLAH itu maha mendengar dan maha mengetahui" ~Al-Anfal 8:53

Dan jika dikatakan hasilnya tidak adil, maka yang harus disalahkan adalah diri kita sendiri. Kitalah yang kurang adil dengan diri kita sendiri dan penghidupan. Oleh itu, saya berharap hasil dari penulisan maya ini dapat dikongsikan bersama manfaatnya untuk diri saya dan pembaca-pembaca sekalian dalam meniti arus kehidupan. Akhir kalam terimalah serangkap pantun dari saya;

"Bunga dedap di atas para
Anak dusun Pasang Pelita
Kalau tersilap tutur bicara
Jemari disusun maaf dipinta"
Next
Newer Post
Previous
This is the last post.

Post a Comment

 
Top